Dasar Penggunaan Expert Advisor Apapun - teman-teman trader, izinkan saya untuk berbagi kembali dengan teman-teman. Topik kali ini adalah dasar dari EA. Setelah perjalanan saya menelusuri dan menjalankan 500 Expert Advisor selama kurang lebih 5 tahun. Saya menemukan format / gambaran besar dari cara kerja EA (apapun EA-nya). Pada dasarnya, 99% EA dibuat berdasarkan indikator. Itulah alasan kenapa EA tidak untuk menghadapi Fundamental karena memang tidak didesain untuk fundamental. Sehingga yang terjadi adalah tidak akan “nyambung” untuk berhadapan dengan Fundamental (apalagi yang tergolong fundamental yang berefek sangat besar). Sehingga apabila dalam situasi market normal (Tidak adanya / menghindari Fundamental yang sangat besar) EA akan berfungsi dan menjalankan tugasnya dengan baik. Untuk mengakali hal ini, ada EA yang memiliki jam trading untuk memilih waktu yang “tepat” untuk trading. Nah, apabila teman-teman memiliki EA yang ada jam tradingnya (mulai dari jam tertentu sampai berakhir trading pada jam tertentu), itu adalah EA yang bisa menghasilkan. Paling tidak itu adalah hal yang pertama bisa kita nilai dari sebuah EA. Namun apabila tidak ada fasilitas jam trading, berikut ini adalah yang bisa dijadikan patokan dasar untuk trading dengan EA apapun.
1. ENTRY POINT. Entry point tentunya memegang peranan penting apalagi untuk penyuka single shot. Salah entry point bisa bonyok. Nah, EA bisa didesain untuk memiliki pola Entry point yang konsisten dari Indikator. Hasil riset saya dari 500 EA yang saya uji, membuktikan bahwa ada indikator-indikator yang TIDAK MENGHASILKAN apabila dijadikan trading dalam EA. Karena indikator ini hanya (lebih) cocok untuk dipakai secara manual, penggunaan Indikator ini akan menyebabkan banyak sekali fake signal. Dari hasil percobaan terhadap 500 EA inilah saya menemukan garis yang sangat jelas mengenai Entry pointnya. Indikator yang tergolong tidak menghasilkan adalah indikator-indikator berjenis oscilator seperti MACD, RSI, WPR, Stochastic, atau mudahnya adalah indikator(standar) yang buka window baru dibawah chart yang kita pasang. Indikator jenis ini adalah untuk mengukur power dari harga apabila terjadi kapasitas trending atau fundamental yang tergolong besar.
Entry point yang bagus (menurut hasil riset saya) adalah indikator yang berada langsung pada chart seperti, Parabolic SAR, Moving Average, Ichimoku, Bohlinger Bands, Alligator (Bill William’s), Support Resistant, Pivot, dll. Apabila EA teman-teman termasuk yang satu ini, teman-teman bisa menggunakannya lebih baik dan lebih menghasilkan.
2. STRATEGY. Strategy ini secara rata-rata saya riset, hanya ada 8 strategy saja. Dari 500 EA, sekitar 25 persen memiliki pola single shot, 35 % memiliki pola Averaging, 15% scalping, sisanya terbagi atas 5 strategi lainnya. Perbedaan dan penguasaan strategi ini yang membedakan hasil. Dari percobaan diatas, scalping adalah strategy yang paling berbahaya, karena seringkali di “kerjain” sama broker. Bahkan beberapanya dibanned / stop hunting oleh broker.
Entry point ditambah strategi ini berlaku (pasti menghasilkan profit) apabila berhadapan dengan situasi market normal. Tapi begitu menghadapi fundamental, itu tidak akan bekerja. Masing-masing strategi dan entry point memiliki kelemahan. Tidak ada satupun yang sempurna. Karena itu yang keTIGA, kita sebagai trader harus memiliki strategi “IF”. Strategi dimana kita siap dengan penanganan yang urgent sekali apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
3. Strategy “if” ini dalam catatan saya cuma 3 :, Stop Loss, Hedging dan Cut & Double Cover. Dalam penggunaan EA sering kali ada situasi yang wajib kita waspadai. Misalnya : 6-8 kali setahun ada kejadian luar biasa dimana harga bisa bergerak sangat drastis, bisa juga adanya perubahan fundamental payung (untuk mengetahuinya, dapatkan buku “the essentials of automated trading forex” di toko-toko buku ternama di Indonesia).
Dalam penggunaan Strategi “IF” ini ada cara dan perhitungan sendiri. Ini tidak bisa dipisah dari strategi utama dan harus dikuasai secara menyeluruh. Teman-teman bisa mencari informasinya di www.belajarforextrading.com.
Nah, 3 hal diatas : Entry Point, Strategi, dan Strategi “IF”. Adalah satu kesatuan skill yang harus dimiliki oleh trader forex secara automated.
Fokus, temukan missing links dan jadilah MASTER atas Expert Advisor!!
Popularity: 50% [?]

No Comments so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.